Koding dan kecerdasan artifisial (KKA) diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakannya. Keterpaduan ini dapat diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah, melalui kegiatan ekstrakurikuler, atau secara tematik integratif.
Manfaat koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran
- Mengembangkan keterampilan berpikir: Siswa belajar berpikir logis, analitis, sistematis, dan komputasional untuk memecahkan masalah dengan pendekatan algoritma.
- Meningkatkan literasi digital: Siswa memahami dasar-dasar bagaimana teknologi, termasuk AI, bekerja, sehingga dapat menggunakannya secara bertanggung jawab dan etis.
- Membangun kreativitas: Melalui koding, siswa dapat menciptakan solusi inovatif untuk tantangan di berbagai bidang seperti kesehatan, bisnis, dan pendidikan.
- Mempersiapkan generasi masa depan: Pembelajaran ini menyiapkan siswa untuk menghadapi era digital dan Industri 4.0 serta Masyarakat 5.0.
Penerapan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial
- Sebagai mata pelajaran: KKA dapat diajarkan sebagai mata pelajaran pilihan yang terstruktur di tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dengan materi yang disesuaikan dengan jenjangnya, seperti dijelaskan oleh Koding dan KA.
- Sebagai kegiatan ekstrakurikuler: Sekolah yang belum siap dapat mengadopsi program ini melalui kegiatan di luar jam pelajaran utama, seperti yang disebutkan dalam YouTube.
- Secara tematik integratif: Unsur koding dan KA dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain, seperti matematika atau sains, untuk memperkaya materi pembelajaran.